Pola. Setiap orang tertarik pada pola, terobsesi bahkan. Pola selalu menarik, selalu mebuat penasaran, membuat manusia tak tahan untuk menguliknya. Ada berbagai macam pola, banyak jenis, tapi satu yang membuat semuanya masuk kategori pola: stukturnya tetap. Pola yang sangat acak dan tak terbaca sekalipun merupakan sistem atau cara kerja yang berulang.
Manusia. Manusia selalu berpikir. Manusia jatuh cinta pada hal rasional: angka-angka, data, jumlah, struktur, dan pola. Hal-hal yang mebuat semuanya menjadi logis, dapat diterima, dan masuk akal. Akal manusia. Karena cuma itu yang dimilikinya. Aset yang paling diandalkan manusia dalam memahami, akal.
Manusia sibuk mencari pola. Setiap orang menghabiskan waktu hidupnya untuk menerka-nerka pola. Cara kerja dalam hidup, cara kerja menjadi sukses, cara kerja menjadi kaya, cara kerja menjalin hubungan, cara kerja alam semesta, cara kerja tubuh, cara kerja jatuh cinta, cara kerja keberuntungan, cara kerja berkeluarga, cara kerja menuntut ilmu, cara kerja meraih cita-cita impian, cara kerja membuat bangsa yang maju, cara kerja menjadi orang terkenal, cara kerja ruang dan waktu, cara kerja kematian, sampai cara kerja Tuhan bermain (baik yang percaya maupun yang akhirnya tidak, semuanya berasal dari mencari pola ini). Semuanya dianggap manusia adalah pola. Semua dicari tahu, pangkal hingga ujung, ekor hingga kepala, dari naga nasib. Manusia ingin tahu segalanya. Manusia ingin tahu cara kerja segalanya. Mengapa? Karena manusia gila akan kontrol. Manusia bisa mati kuatir tanpa kontrol. Manusia perlu menjamin hidupnya, prinsipnya, cara pikirnya. Manusia ingin dapat memprediksi ini dan itu. Manusia akan merasa terancam jika hidupnya berada di garis terawangan, mengawang tanpa tahu satu pun pola dunia. Manusia bisa mati gelisah.
Tapi apakah semuanya adalah pola? Waspada. Jangan cepat-cepat menarik hipotesis apalagi teori. Masih ada kemungkinan teori-teori itu salah, atau tidak ada itu yang namanya teori. Masih ada kemungkinan bahwa ada juga yang tak berpola.
Waspada. Jangan gila akan pola.
(image source: phonefundraising.net)

No comments:
Post a Comment