Melukis Terapi Magis

Ada kegiatan terapeutik baru yang saya temukan di samping menulis, memotret, bermain musik, berenang santai di laut, dan meniup gelembung sabun. Hal baru dalam hari-hari saya ini adalah….*drumroll….melukis! Bermain warna dengan cat air. Satu lagi bucketlist bisa dicoret.

Saya tidak terlalu pandai menggambar, tapi dengan cat air saya bisa bermain warna sesuka hati tanpa perlu jago gambar. Warna-warna yang ditumpahkan nantinya bisa dilapis-lapis lagi dengan warna yang sama atau yang lain. Bentuk yang tidak beraturan juga bisa diubah jadi apa saja sesuai imajinasi. Melukis dengan cat air menghilangkan perasaan ‘takut salah’ saat berkreasi di kertas. Saya jatuh cinta dengan cat air! Semoga jatuh cinta yang ini bertahan lama haha.

Saya dan seorang teman yang sudah duluan menjajal cat air kemudian nekat membuat klub melukis cat air. Masih klub lucu-lucu sih, isinya juga masih teman-teman sendiri. Tapi paling tidak ini berjalan rutin tiap hari #MingguMelukis selama sebulan terakhir. Tujuannya pun tak seambisius mencapai target keahlian yang mumpuni dalam sekian pertemuan. Sekadar ajang berkumpul dan berelaksasi setiap minggu saja, menyalurkan kreativitas yang terkubur selepas sekolah dasar dan melepas penat dari kegiatan di enam hari sebelumnya. Setiap pertemuan punya tema untuk diikuti, pertemuan pertama temanya makanan, kedua menggambar orang, ketiga bunga-bunga, dan terakhir temanya hewan.

Sejauh ini semuanya masih cukup bersemangat. Ada Fitrah yang gambarnya agak berbau surealis atau kontemporer, Ratna yang simpel dan tegas, Mei yang realis tapi kerap juga imajinatif, Yati yang ahli gambar lucu-lucu dan kartunis, saya yang katanya agak realis tapi bernuansa fantasi atau dreamy, dan Lia yang baru bergabung tapi sudah bisa memadankan warna padat berisi.

Kata Yati, yang jadi tutor kami di awal, suatu keterampilan perlu dilakukan minimal 21 kali dulu untuk mencapai tahap yang berarti. Saya sendiri sudah mengumpulkan 13 gambar, termasuk yang iseng-iseng. Semuanya saya tempel di dinding kamar sampai nanti yang ke-21. Ketika saya sudah mencapai 21 gambar, saya akan memajang semuanya dalam suatu pos terpisah nanti, lengkap dengan keterangannya.

Melukis Terapi Magis

 

Genap sebulan ini, kami sepakat membuat akun instagram bersama dengan nama @paintrelieve untuk memamerkan hasil gambar kami setiap minggunya, relieve your pain with paint, begitu kalimat andalannya. Melukis memang seperti pain-reliever sih, semua kerumitan hilang seketika. Saya sendiri, seperti hilang ke dunia lain saat sedang melukis, pergi ke alam fantasi. Tak ada satu hal pun yang ada di kepala saya saat itu selain warna cat air, kertas, dan kuas yang ada di depan mata. Ini jadi saat dimana saya merasa bebas dan bisa ambil ‘cuti’ sejenak dari dunia. Efek yang cukup magis.

Secara ilmiah, melukis, atau mewarnai secara umum, mengasah kembali keterampilan motorik manusia. Pada masa kecil, kita mengembangkan kemampuan motorik dengan baik yang berdampak pada koordinasi mata dan tangan yang juga baik. Mewarnai dapat membantu menunda hilangnya keterampilan ini saat kita terus mendewasa. Selain itu, mewarnai juga mengaktifkan bagian otak yang berperan dalam perkembangan kognitif, sehingga membantu melawan pudarnya memori seiring bertambahnya usia.

Secara klinis terapi seni rupa telah digunakan selama bertahun-tahun oleh profesional untuk membantu pasien menghadapi trauma dan kedukaan. Studi terbaru di Canadian Journal of Neurological Sciences bahkan menunjukkan terapi ini efektif mebantu penderita Alzheimer menstimulasi inderanya dan membangunkan memori yang dorman serta mendorong kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

Mewarnai juga membantu membuka keran kreativitas kita yang telah lama mampat dan karatan. Saya percaya, begitu juga para ahli pendidikan dan psikologi, bahwa setiap orang memiliki potensi menjadi kreatif. Hanya saja terkadang imajinasi kita tertahan oleh ekspektasi sosial, kehidupan sehari-hari, dan waktu yang terbatas. Kita pun mengalami creative block. Padahal, kreativitas sangatlah berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk memecahkan suatu masalah yang rumit dengan cara yang unik. Disini, seni rupa bisa menjadi salah satu terapi dan solusi.

Secara garis besar, mewarnai membantu untuk rileks. Dan dalam kondisi rileks, hal luar biasa apapun dapat terjadi. Rileks membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan, menurunkan kecenderungan sakit kepala, dan meredakan gangguan pencernaan. Disini, seni rupa bisa menjadi meditasi.

Saya pribadi meyakini kegiatan mewarnai dapat membantu untuk ‘zone-out.’ Beberapa orang akan memberikan perhatian penuh saat mewarnai. Yang lainnya mungkin menemukan pikiran mereka mengembara saat mewarnai. Keduanya sama asyiknya. Keduanya sama magisnya.

Jadi, siapa yang tidak butuh seni untuk menyelingi hari-hari? Hajar saja, langgar nasihat guru kita dulu dan warnai-di luar-garis!






No comments:

Post a Comment