Menulis cerpen (cerita pendek) terdaftar sebagai salah satu dari bucket list saya: write a short story.
Kenapa menulis cerpen ada dalam bucket list saya? Seringkali saya tidak menyelesaikan pekerjaan menulis cerita, banyak yang akhirnya teronggok dalam potongan: cerita fiksi, cerita perjalanan, atau ide acak yang datang semena-mena. Saya gantung begitu saja dan membiarkan sisa ceritanya menyelesaikan dirinya sendiri, terserah mereka
Sebelumnya, saya pernah menulis dua buah cerpen di masa sekolah, judulnya Merryl dan Vince. Cerpen Merryl saya tulis di bangku SD dan Vince di bangku SMA. Keduanya saya tulis dalam rangka memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia (makanya bisa selesai fufu :3). Cerpen Merryl bercerita tentang gadis kecil pemberani yang membuat musuh di sekolahnya akhirnya meminta berteman dengannya. Merryl ini dasarnya pendiam tapi jika sudah soal teman dia bisa jadi sangat pemberani dan tak sungkan meledak dan berkelahi melawan anak laki-laki untuk membela temannya. Sayang saya tidak bisa berbagi cerpen masa SD ini karena tidak ada kopiannya, saat itu saya menulisnya di kertas folio dan melupakannya segera setelah mendapatkan nilai.
Cerpen Vince akan menyusul diposkan sebagai pembuka kategori cerpen dalam blog ini. Cerpennya nanti akan saya pecah dalam beberapa pos. Untuk saat ini, saya lampirkan sedikit cuplikannya saja, ya.
Dia masih taat terhadap ayahnya, namun hampir tak pernah bicara seperti dulu lagi. Vince seakan lupa bagaimana dulu ia pandai melucu dan bercerita pada ayah ibunya. ... Hari-hari selanjutnya seakan sama saja bagi Vince. Sama beratnya. Semangatnya yang tinggal semangat abu itu hanya menunggu tertiup angin dan hilang...
(image source: http://www.3to30.com)
No comments:
Post a Comment