tulisan lampau diselamatkan dari facebook, ditulis pada 26 Mei 2009
menunggu saat itu datang lagi..
saat-saat kita menapaki jalan pendidikan bersama
saat kita mencoba mendewasa bersama
mengingatnya tidak membuatku sedih.
mengingatnya membuat aku merasa berharga.
saat ini jalan kita telah berbeda,
menapaki jalur yang sangat jauh berbeda.
tapi masihkah sama ayun langkah kita?
sungguh, aku rindu tapi tak juga bergerak.
adakah waktu mendewasakan kita dengan berbeda.
kulihat dirimu sekarang jauh mendewasa.
proses seperti apa yang kau jalani, sahabat?
tak tahukah kau disini apa yang kujalani
apa yang kupikirkan
apa yang kurasakan
begitu juga aku yang tak tahu apa-apa lagi
tahukah kau betapa aku merasa tidak secepat kau belajar.
tidak secepat kau menjadi bijak.
bahkan tidak seperti aku yang dulu.
yang selalu menjadi anak-anak
dengan segala optimistik yang kadang tidak realistik.
haha,
aku kehilangan sifat anak-anakku, sahabat..
tapi tak jua menjadi kaum cerdas berbudi.
tak juga menjadi seorang anak yang dikagumi orang tuanya.
atau seorang adik berbakti yang membanggakan.
aku menunggu saat itu.
saat dapat bertemu lagi denganmu.
menutur masa lalu, masa ini, dan masa depan yang datang sekian tahun lagi.
ingin kembali melakukan hal dan membicarakan hal yang membantu
kita mendewasa bersama, dan menyamakan ayun langkah kita...kembali.
rindu, sungguh, tapi tak jua kubergerak.
entah apa yang mendiamkanku.
mungkin keegoisanku akan duniaku saat ini.
dunia dimana kutenggelamkan diriku dengan suka hati.
dan lupa dengan dunia di luar itu.
aku menunggu saat itu.
ada rasa penyesalan karena tak menciptakan kesempatan.
tapi tak jua kubergerak.
bahkan saat dirimu menginjak kedewasaan di usia yang orang anggap kemantapan diri.
banyak hal yang kurencanakan saat itu.
tapi tak satu pun yang kulaksanakan.
aku berharap kau selalu bahagia.
aku berharap kau juga bahagia dengan manusia disampingmu itu.
pantaskanlah dia untukmu, sayang..
menunggu saat itu datang kembali.
mungkin salah aku hanya menunggu.
tapi tak jua ku dapat bergerak.
tapi bukan berarti aku lupa.
kau selalu ada tempat di hatiku.
selalu.
tak hilang dimakan waktu.
atau kehadiran siapapun.
aku telah memilihmu menjadi sahabat sepanjang usiaku.
menunggu saat itu datang lagi..
saat-saat kita menapaki jalan pendidikan bersama
saat kita mencoba mendewasa bersama
mengingatnya tidak membuatku sedih.
mengingatnya membuat aku merasa berharga.
saat ini jalan kita telah berbeda,
menapaki jalur yang sangat jauh berbeda.
tapi masihkah sama ayun langkah kita?
sungguh, aku rindu tapi tak juga bergerak.
adakah waktu mendewasakan kita dengan berbeda.
kulihat dirimu sekarang jauh mendewasa.
proses seperti apa yang kau jalani, sahabat?
tak tahukah kau disini apa yang kujalani
apa yang kupikirkan
apa yang kurasakan
begitu juga aku yang tak tahu apa-apa lagi
tahukah kau betapa aku merasa tidak secepat kau belajar.
tidak secepat kau menjadi bijak.
bahkan tidak seperti aku yang dulu.
yang selalu menjadi anak-anak
dengan segala optimistik yang kadang tidak realistik.
haha,
aku kehilangan sifat anak-anakku, sahabat..
tapi tak jua menjadi kaum cerdas berbudi.
tak juga menjadi seorang anak yang dikagumi orang tuanya.
atau seorang adik berbakti yang membanggakan.
aku menunggu saat itu.
saat dapat bertemu lagi denganmu.
menutur masa lalu, masa ini, dan masa depan yang datang sekian tahun lagi.
ingin kembali melakukan hal dan membicarakan hal yang membantu
kita mendewasa bersama, dan menyamakan ayun langkah kita...kembali.
rindu, sungguh, tapi tak jua kubergerak.
entah apa yang mendiamkanku.
mungkin keegoisanku akan duniaku saat ini.
dunia dimana kutenggelamkan diriku dengan suka hati.
dan lupa dengan dunia di luar itu.
aku menunggu saat itu.
ada rasa penyesalan karena tak menciptakan kesempatan.
tapi tak jua kubergerak.
bahkan saat dirimu menginjak kedewasaan di usia yang orang anggap kemantapan diri.
banyak hal yang kurencanakan saat itu.
tapi tak satu pun yang kulaksanakan.
aku berharap kau selalu bahagia.
aku berharap kau juga bahagia dengan manusia disampingmu itu.
pantaskanlah dia untukmu, sayang..
menunggu saat itu datang kembali.
mungkin salah aku hanya menunggu.
tapi tak jua ku dapat bergerak.
tapi bukan berarti aku lupa.
kau selalu ada tempat di hatiku.
selalu.
tak hilang dimakan waktu.
atau kehadiran siapapun.
aku telah memilihmu menjadi sahabat sepanjang usiaku.
No comments:
Post a Comment