Cerita Tentang Ocarina

Dulu dan Sekarang

Ah gue jadi terobsesi sama ocarina nih, S-I-A-L.
Gara-gara Rendy!
Aduh gue jadi betul-betul ingin bisa main ocarina. Sangat ingin!
Tapi gimana dong ocarinanya aja beli di luar negeri.
Online bisa sih, tapi harganya jadi jauh lebih mahal pake pajak pajak gitu kan.
Aduuh.
Saya Jatuh Cinta sama Merdunya Ocarina!!!
Suara Ocarina ternyata adalah alunan musik yang sejak dulu gue cari.
Gue idam-idamkan.
Suara yang mengisi imajinasi syahdu gue selama ini.
Arrrrgh jadi obsesi!
Graaaaaaaaaa!!
TEROBSESI DENGAN OCARINA!!

Tulisan di atas merupakan cuplikan catatan harian yang saya buat pada 30 November 2010.
Malam itu, sahabat saya, Rendy Eko Oktafiansyah, memperlihatkan video musisi yang memainkan alat musik tiup yang agaknya memiliki bentuk yang aneh namun suaranya memesona, ya: Ocarina!
Malam itu dapat dibilang merupakan momen saya menemukan potongan mozaik saya yang lain, hati saya berbunyi ‘pop!’ (suara botol champagne dibuka) *pada tulisan berikutnya saya akan menyebutnya sebagai pop-moment.
Malam itu saya berkenalan dengan alat musik yang suaranya telah saya kenal lebih dulu.
Suara yang mengisi ruang imajinasi saya selama ini: musik alam di padang rumput, padang bunga, hutan hujan, tebing teduh, bahkan pesisir hangat.
Dan saat itu juga saya jatuh cinta dan terobsesi untuk bisa memiliki dan memainkannya, suatu saat entah kapan dan bagaimana caranya.
Dan tahukah kau, kawan, itu dulu.

Sekarang..
Saya bahkan sudah dapat memainkan tiga-empat lagu Ocarina!!!



Bagaimana bisa?

Lagi-lagi Rendy. Dia yang memancing obsesi saya, dia pula yang bertanggung jawab. Dia yang memperkenalkan, dia pula yang mewujudkannya! Kalau kata lagu dangdut Indonesia:
Kau yang memulai, kau yang mengakhiri (diulang tiga kali) Hahaha.
Ocarina miliknya, yang dibelikan tantenya dari US, kemudian jadi milik kami bersama. Haha. Terima kasih, kawan! You’re the best! Definitely my partner in (ocarina) crime!

Kalau kamu peminat atau menjadi berminat dengan Ocarina, berikut jawaban terhadap beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan:

Apa sih Ocarina itu?
Ocarina itu alat musik tiup yang memiliki lubang empat sampai 12, biasanya terbuat dari keramik atau plastik, kayu, kaca, bahkan logam.

Darimana sih asalnya?
Katanya Ocarina kuno ditemukan di berbagai belahan dunia, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa Ocarina berasal dari negara atau wilayah tertentu.  Ocarina dipercaya telah menjadi alat musik di Bumi sejak 12.000 tahun yang lalu.  Ocarina primitif ditemukan terbuat dari kayu kasar dan tanduk hewan.  Cina memiliki instrumen serupa Ocarina yang menjadi sangat penting dalam budaya musiknya, yaitu Xun.  Jepang juga memiliki instrumen serupa yang disebut tsuchibue.  Dipercaya bahwa ide dan konsep instrumen tersebut adalah sama.  Ocarina merupakan penamaan yang diberikan oleh peradaban Eropa karena pada akhirnya Ocarina menjadi modern dan sangat populer di daratan tersebut.  Ocarina kemudian terkenal sebagai musik pengiring dalam video game Jepang sejak dirilisnya ‘The Legend of Zelda: Ocarina of Time’, video game untuk konsol Nintendo 96.

Bentuknya aneh banget?
Kata Ocarina berasal dari bahasa Italia yang secara harfiah berarti ‘angsa kecil’, mengacu pada bentuknya yang mirip dengan angsa.  Ocarina tradisional ditemukan terbuat dari tanduk kambing gunung.  Bentuk modernnya kemudian menyesuaikan bentuk tersebut karena dipercaya dalam ketepatan nada suaranya.

Bagaimana tangga nadanya?
Ocarina sangat beragam, tergantung jumlah lubang suara dan nada dasarnya.  Umumnya, Ocarina dibagi menjadi dua yaitu yang memiliki lubang 4 dan lubang 12.  Namun, terdapat juga Ocarina dengan lubang 5, 6, 8, 9, 10, atau 11.  Bahkan ada pula Ocarina yang memiliki beberapa tingkatan oktaf, sehingga set lubangnya juga lebih banyak.  Ocarina juga dibagi berdasarkan nada dasarnya, ada yang C=Do atau G=Do.  Setiap nada dasar tersebut dibagi lagi menjadi Alto, Sopran, Tenor, dan Bass.  Ocarina milik Rendy merupakan Ocarina Bass G.

Dimana dan bagaimana cara mendapatkannya?
Ocarina tidak dapat diperoleh di toko-toko musik di Indonesia (sejauh hasil riset dan survei yang saya dan Rendy lakukan).  Ocarina dapat dibeli online, misalnya melalui situs berikut:
http://www.songbirdocarina.com
http://www.stlocarina.com
http://www.fl-oca.com/eocarina.htm
http://www.clayz.com
http://www.hindocarina.com
http://www.whistleworks.com
Namun saya tidak tahu pasti apakah jangkauan pengiriman barang mencakup Indonesia.
Lebih mudah lagi, silakan cek jejaring Jual Beli Kaskus, segala macam barang dijual disini :)


Antara Ocarina dan Suling Bambu

Potongan adegan di siang hari berlatih ocarina di rumah:

Fyuuut fyut fluuut tuuu tut tuuut tuut (bunyi ocarina).
Saya kemudian berhenti dan bertanya pada Ibu saya, “Mah, suaranya merdu gak?”
Ibu saya menjawab dengan tulusnya, “Merdu kok.”
Tapi kemudian menambahkan, “ngapain sih kamu asik banget main itu, bangga banget sama buatan luar negeri.  Suling (bambu) juga gak kalah merdunya sama itu.  Budaya Indonesia.  Mamah yakin maininnya juga sama aja, suaranya sama-sama merdu kok.”
Saya, “ah, suling bambu kayaknya susah maininnya,” elakan pertama.
Ibu saya, “dicoba aja belum. kan tinggal belajar.”
Saya, “suling bambu susah nyarinya,” elakan lanjutan.
Ibu saya, “yee lebih susah lagi yang lagi kamu mainin tuh! dari luar negeri. yaudah,nanti mamah cariin deh suling bambu, yang asli. tapi nanti belajar yah, mamah suka suaranya suling bambu..”
Berhenti mengelak, “Iyaaa..beneran ya mah, cariin yaaa...”
Perbincangan selesai.

Baik mah, tantangan diterima, suatu saat akan aku mainkan alat musik dari tanah kelahiranmu itu.


Ocarina Musik Damai

Bagaimana pun, saya sudah terlanjur jatuh cinta pada Ocarina.
Dan tak dapat ditarik mundur.
Kenyataannya, Ocarina dapat menenangkan hati dan pikiran saya saat dibutuhkan.
Ocarina dapat menenangkan hari sibuk saya sekalipun.
Hari-hari tingkat akhir saya juga diselingi merdu syahdu suaranya.
Ini tidak berlebihan! Saat banyak pikiran, kelelahan, dan getir, hanya dengan memainkannya sampai bosan dapat membuat pikiran saya lebih jernih dan hati lebih damai. Ini sulap!
Suara Ocarina menelusup dalam ruang pendengaran saya, menggetarkan sampai ke hati.
Saya suka ocarina!

Ocarina menenteramkan hati.  Seperti kamu.

7 comments:

  1. Replies
    1. tunggu saatnya, hihihi..
      dan lo juga akan jatuh cinta

      Delete
  2. AIHHHHH,,, my ocarinaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    ReplyDelete
  3. hahahaha kocak bener ni tulisan, ada cerpennya, ada diarynya, ada penjelasan secara 'ilmiah'nya,, wkwkk
    kyakanya pernah lo bawa ya ew ke kampus atau ke manaa *pokonya ke acara blojjom gitu* :3

    ReplyDelete
  4. ahhahahaha. makasih wa, eh cerpennya yg mana ya?
    Gue mainin di wisuda wa.

    ReplyDelete
  5. potongan adegan itu terkesan kayak cerpen, hahaha :D

    ReplyDelete
  6. saya baru dapat ocarina, susah gak ya belajarnya?

    ReplyDelete